Laman

FOLLOWER

Sabtu, 01 Desember 2012

makalah Ulumul Quran, Surat Makkiyah dan Madaniyah


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Ayat Makkiyyah adalah  ayat –ayat yang di turunkan di Makah selama 12 tahun 5 bulan 13 hari, terhitung sejak tanggal 17 Ramadhan tahun ke – 14 dari kelahiran Nabi ( 6 Agustus 610 M )  sampai tanggal 1 Robbi’ul Awwal tahun ke – 54 dari kelahiran Nabi, sedangkan Ayat – Ayat Madaniyyah adalah ayat – ayat yang di turunkan sesudah Nabi Muhammad SAW melakukan Hijrah ke Madinah selama 9 tahun 9 bulan 9 hari , terhitung sejak Nabi Hijrah ke Madinah sampai tanggal 9 Dzulhijjah tahun 63 dari tahun kelahiran Nabi .
Surat Makkiyyah umumnya suratnya pendek – pendek sedangkan Madaniyyah pada umumnya suratnya panjang –panjang
Dalam makalah ini , di jelaskan tentang pengertian surat Makkiyyah dan Madaniyyah , tanda – tanda atau ciri-ciri surat Makkiyyah dan Madaniyyah , serta macam-macam surat Makkiyyah dan Madaniyyah . Selain itu ,makalah ini juga berisi tentang perbedaan surat Makkiyyah dan Madaniyyah

B.     RUMUSAN MASALAH
a.    Apa pengertian surat Makki – Madani ?
b.   Apa tanda – tanda surat Makki – Madani ?
c.    Apa saja macam – macam surat Makki – Madani ?
d.   Apa perbedaan surat Makki – Madani ?


C.     BATASAN MASALAH
a.       Pengertian surat Makki – Madani.
b.      Tanda – tanda surat Makki – Madani.
c.       Macam – macam surat Makki – Madani.
d.      Perbedaan surat Makki - Madani.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    SURAT  MAKKI – MADANI
a.      Pengertian
                  Surat makkiyyah adalah ayat–ayat yang di turunkan di Makkah selama 12 tahun 5 bulan 13 hari, terhitung sejak tanggal 17 Ramadhan tahun ke-14 dari kelahiran Nabi ( 6 Agustus 610 M ) sampao tanggal 1 Rabi’ul Awwal tahun ke-54 dari kelahiran Nabi. Sedangkan surat Madaniyyah adalah ayat-ayat yang di turunkan sesudah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah selama 9 tahun 9 bulan 9 hari, terhitung sejak Nabi hijrah ke Madinah sampai tanggal 9 Dzulhijjah tahun 63 dari kelahiran Nabi.

b.      Tanda-Tanda Surat Makki-Madani
Ayat-ayat Makkiyah memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
§  Ayat Makkiyyah umumnya pendek-pendek.
§  Dalam surat Makkiyyah terdapat perkataan ya ayyuhan nas ( hai sekalian manusia).
§  Ayat-ayat Makkiyyah umumnya mengandung hal-hal yang berhubungan dengan  akidah ( keimanan ).
§  Mengesakan Allah.
§  Mengajak ke khittah islam.
§  Tentang hari kiamat.
§  Serta memuat kisah-kisah tentang para nabi terdahulu.
§  Surat-surat Makkiyah mencapai 2/3 satu mushaf al-Quran.
Sedangkan ciri-ciri surat Madaniyyah adalah sebagai berikut :
o  Pada umumnya ayat-ayatnya panjang.
o  Menjelaskan hukum-hukum waris.
o  Pembatasan atau peraturan pada agama.
o  Hak-hak yang diperoleh kaum muslim.
o  Menjelaskan tentang Jihad fi sabilillah.
o  Dalam surat Madaniyyah menggunakan kalimat ya ayyuhal lazina amanu ( hai orang-orang yang beriman ).
o  Umumnya mengandung hal-hal yang berhubungan dengan syari’ah.

KH. Quraish Syihab juga mencirikan secara detail tentang surah-surah Makkiyah dan Madaniyahnya sebagai berikut :
Ciri-ciri khusus Makkiyah sebagai berikut :
Ø Mengandung ayat Sajadah
Ø Terdapat lafaz Kalla.
Ø Terdapat seruan ayuhannas dan tidak terdapat ya-ayyuhallazina amannuu, terkecuali dalam surah al-Hajj yang diakhirnya terdapat ya Ayyuhalladzinina aamannu irka’u wasjudu(ayat 77 s.22). kebanyakan ulama mengatakan bahwa surat itu Makkiyah. Surat-surat yang dikecualikan ialah surat al-Baqarah (ayat 21 nya diawali dengan ya ayyuhannas dan ayat 168) dan surah an-Nissa ayat 33.
Ø Mengandung kisah nabi-nabi dan umat yang telah lalu, terkecuali surah al-baqarah.
Ø Terdapat kisah Adam dan Idris, terkecuali surah al-Baqarah.
Ø Surat-suratnya dimulai dengan huruf at-Tahajji, terkecuali surah al-Baqarah dan Ali imran.


Ciri-ciri khusus surat Madaniyah :
Ø Di dalamnya terdapat izin berperang, atau ada penerangan tentang hal perang dan penjelasan tentang hukum-hukumnya.
Ø Di dalamnya terdapat penjelasan bagi hukuman-hukuman tindak pidana, faraid hak-hak perdata, peraturan-peraturan yang bersangkut paut dengan bidang keperdataan, kemasyarakatan, dan kenegaraan.
Ø Di dalamnya tersebut tentang orang-orang munafik, kecuali surat al-Ankabut yang diturunkan di mekkah.
Ø Di dalamnya didebat para ahli kitab dan mereka diajak tidak berlebih-lebihan dalam beragama, seperti kita dapati dalam surah al-Baqarah, An-Nissa, Ali Imran, Attaubah, dll.

c.       Macam-macam surat Makki-Madani.
Berikut merupakan surat-surat yang tergolong Makkiyah dan Maddaniyah.
Surat-surat al-makky : Al-Fatehah, Al-An’aam, Al-A’raaf, Yunus,Huud,Yusuf, Ibrahim, Al-Hijr, An-Nahl, Al-Isroo’, Al-Kahfi, Maryam, Thaha, Al-Anbiya’, Al-Mu’minuun, Al-Furqaan, Asy-Syu’aro’, An-Naml, Al-Qashash, Al-Ankabuut, Ar-Ruum, Luqman, As-Sajdah, Sabaa, Al-Faathir, Yaasiin, Ash-Shaffaat, Shaad, Az-Zumar, Ghaafir, Fushshilat, Asy-Syuuroo, Az-Zukhruf, Ad-Dukhoon, Al-Jaatsiyah, Al-Ahqaaf, Qaaf, Adz-Dzaariyaat, Ath-Thuur, An-Najm, Al-Qamar, Al-Waaqi’ah, Al-Mulk, Al-Qalam, Al-Haaqqah, Al-Ma’aarij, Nuuh, Al-Jin, Al-Muzzammil, Al-Muddatstsir, Al-Qiyaamah, Al-Muraasalaat, An-Naba’, An-Naazi’aat ,Abasa,At-Takwiir, Al-Infithaar, Al-Muthaffifiin, Al-Insyiqaaq,Al-Buruuj, Ath-Thaariq, Al-A’laa, Al-Ghaasyiyah, Al-Fajr,Al-Balad, Asy-Syams, Al-Lail, Adh-Dhuhaa, Al-’Ashr, At-Tiyn,Al-’Alaq, Al-Qadr, Al-’Aadiyaat, Al-Qaari’ah, At-Takatsur, Al-Ashr,Al-Humazah, Al-Fiyl, Quraisy, Al-Maa’uun, Al-Kautsar, Al-Kaafiruun,Al-Masad, Al-Ikhlaash, Al-Falaq, An-Naas.
Surat-surat al-madany : Al-Baqarah,Ali Imran,An-Nisaa’,Al-Maa`idah,Al-Anfaal,At-Taubah, Ar-Ra’d, Al-Hajj, An-Nuur,Al-Ahzaab, Muhammad, Al-Fat-h, Al-Hujuroot, Ar-Rahman, Al-Hadiid, Al-Mujaadalah, Al-Hasyr, Al-Mumtahanah, Ash-Shaf, Al-Jumu’ah, Al-Munaafiquun, At-Taghaabun, Ath-Thalaaq, At-Tahriim, Al-Insaan, Al-Bayyinah, Al-Zalzalah, An-Nashr.

d.      Perbedaan ayat Makki-Madani
Perbedaan surat Makkiyyah dan madaniyyah bukan hanya masalah geografis dan historis. Ulama muyakini bahwa ayat Maakkiyah memiliki sifat, pesan, dan ajaran dari ayat Madaniyyah. Ayat Makkiyyah yang merupakan 3/4 dari isi Al-Qur’an umumnya mengandung keterangan dan penjelasan tentang keimanan, perbuatan baik dan jahat, pahala bagi orang beriman dan beramal shaleh, siksa bagi orang kafir dan durhaka, kisah para rosul dan nabi, cerita umat terdahulu, dan berbagai perumpamaan untuk di jadikan teladan dan ibarat. Madaniyyah pada umumnya menjelaskan hal yang berhubungan erat dengan hidup kemasyarakatan atau masalah muamalah.
1.      Dari segi waktu turunnya
Makki adalah  yang diturunkan sebelum hijrah meskipun bukan di mekkah. Madani adalah  yang turun sesudah hijrah meskipun bukan di madinah. Yang diturunkan sesudah hijrah  sekalipun di mekkah atau Arafah adalah madani.
2.      Dari segi tempat turunnya
Makki adalah  yang turun di mekkah dan sekitarnya. Seperti Mina, Arafah dan
Hudaibiyah. Dan Madani ialah yang turun di madinah dan sekitarnya. Seperti Quba` dan Sil`.
3.       Dari segi sasaran pembicaraan.
Makki adalah yang seruannya ditujukan kepada penduduk mekkah dan madani
ditujukan kepada penduduk madinah. Berdasarkan pendapat ini, para pendukungnya menyatakan bahwa ayat Qur`an yang mengandung seruan yaa ayyuhannas ( wahai
manusia) adalah makki, sedang ayat yang mengandung seruan yaa ayyu halladziina aamanuu ( wahai orang-orang yang beriman) adalah madani.


BAB III PENUTUP

A.    KESIMPULAN

ü  Surat Makkiyah di turunkan di Makkah, sedangkan surat Maddaniyah di turunkan sesudah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah.
ü  Ayat dalam surat Makiyyah umumnya pendek, sedangkan ayat dalam surat Madaniyyah umumnya panjang-panjang.
ü  Surat Makkiyyah mengandung keterangan dan penjelasan tentang keimanan, perbuatan baik dan jahat, pahala bagi orang beriman dan beramal shaleh, siksa bagi orang kafir dan durhaka, kisah para rosul dan nabi, cerita umat terdahulu, dan berbagai perumpamaan untuk di jadikan teladan dan ibarat. Madaniyyah pada umumnya menjelaskan hal yang berhubungan erat dengan hidup kemasyarakatan atau masalah muamalah.

B.     SARAN
Semoga makalah ini dapat menambah sedikit ilmu kita tentang surat-surat Makkiyah dan Madaniyyah yang terdapat dalam Al-Qur’an.


DAFTAR PUSTAKA

Ø  Ade. Armando dkk. Ensiklopedi Islam. Jilid 5. PT Ichtiar Baru Van Hoeven. Jakarta.
Ø  Drs. Ahsin W. Al- Hafidz, M.A. 2006. Kamus Ilmu Al-Qur’an. Amzah. Jakarta.
Ø  Ma’rifat M. Hadi. 2007. Sejarah Al-Quran. Al-Huda. Jakarta
Ø  Jalaluddin Imam. 2008. Studi Al’Quran Komprehensif. Indiva Pustaka. Jajar Surakarta.
Ø  As-Shalih Subhi. 1995. Membahas Ilmu-Ilmu Al-Quran. Pustaka Firdaus. Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar